Samenan Diniyah warga Cibangkong

 Istilah “samenan” sebagai suatu istilah untuk menunjuk pada pesta kenaikan kelas, bukan asli dari bahasa Sunda. Istilah tersebut diangkat dari bahasa Belanda. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan kata “samen” yang artinya bersama. Karena pada pesta kenaikan kelas, semua guru dan orang tua serta seluruh murid “berkumpul bersama” mengikuti acara, maka dikenalah sebutan samen atau samenan.

 

Seperti Samen atau kenaikan kelas yang digelar di sekolah Diniyah Takmiliah Awaliah (DTA) Al Barokah di Kampung Cibangkong Desa Kertarahayu Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, sabtu (30/05/2015) Kegiatan Samen yang berlangsung dari pukul 08.00 pagi sampai dengan selesai itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme warga setempat.

2014-11-14 16.30.48 (2)
doc. antusias warga peringati samenen .com

Sebelum kegiatan samen dimulai, para guru di Madrasah tersebut mengajak siswa-siswi nya untuk ikut pawai bersama keliling wilayah setempat dan setibanya di sekolah, mereka langsung disambut upacara adat su
nda ‘mapag panganten’.

“Alhamdulillah kegiatan tadi pagi berlangsung lancar, Samen tahun ini kita meluluskan puluhan siswa-siswi, selain seperti biasa anak-anak memaparkan ilmu yang mereka pelajari yakni ilmu tentang agama melalui dakwah atau biasa disini disebut lesengan,” ujar Bapak Dudu Rohman selaku kepala sekolah.

Foto-0060 (2)
parade pawai samen diniyah al barkah Cibangkong doc.GenerasiRabbani.com

Dalam kegiatan samen atau kenaikan kelas siswa diwajibkan untuk tampil ngaleseng dilakukan oleh murid-murid satu persatu dimulai dari kelas satu sampai kelas enam tanpa menggunakan teks mereka dengan berani dan hapal menyampaikan pidato melalui dakwah dengan berbagai pesan yang disam
paikan di hadapan yang hadir termasuk orang tuanya. Selain itu ditampilkan juga grup qasidah.

Sementara itu orang tua murid yang anaknya bersekolah di madrasah mengatakan senang karena anaknya lulus. “Anak saya lulus tahun ini, tinggal melanjutkan ke sekolah berikutnya,” ujar Ibu Soneng.

Kegiatan-kegiatan dalam acara samenan tentu bukan hanya pawai dan ngaleseng saja, masih banyak lagi kegiatan hiburan lainnya seperti, pupujian, tarian daerah, bernyanyi, qasidah dan samenan diakhiri denga
n penampilan drama yang dimainkan oleh anak-anak.

Samen juga membawa berkah tersendiri bagi pedagang musiman yang terli
hat memadati halaman sekolah samping kanan dan kiri jalan Pancawati. Pedagang berbagai macam dagangan yang dijajakan sepanjang jalan hingga malam hari.

“Tentu dari sekian banyak kegiatan dalam acara samenan madrasah ini, kita berharap agar acara samenan ini bisa menjadi tradisi yang terus dipertahankan, lebih baik lagi dari samen sebelumnya, dan bisa meningkatkan rasa kekeluargaan diantara masyarakat khususnya di kampung Cibangkong Desa Kertarahayu,” ujar Sunarya. …lanjut…

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan