Telusur Madrasah Diniyah Sebagai Salah Satu Jalan Keluar Memperkuat Pondasi Pendidikan, Desa Kertarahayu Kawasan Pancamandala.

Kertarahayu – Madrasah Diniyah adalah salah satu lembaga pendidikan keagamaan pada jalur luar sekolah yang diharapkan mampu secara menerus memberikan pendidikan agama Islam kepada anak didik yang tidak terpenuhi pada jalur sekolah yang diberikan melalui sistem klasikal serta menerapkan jenjang pendidikan.

 

Saat media kami mencoba menanyai salahsatu Guru Madrasah Diniyah yang berdomisili di Dusun Cicariu, Bapak Ohan Parhanudin ( 37 Tahun ) beliau memaparkan :

anak didik MDA Al Barokah Cibangkong Dusun Cicariu @ Generasi rabbani96. com

“ Diniyah itu terbagi pada tiga tingkatan :
1. Diniyah Awaliyah
Madrasah Diniyah Awaliyah, mempunyai ciri-ciri : dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat dasar selama 4 (empat) tahun dan jumlah jam belajar 18 jam pelajaran seminggu.
2. Diniyah Wustho
Madrasah Diniyah Wustho, mempunyai ciri-ciri : dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat menengah pertama sebagai pengembangan pengetahuan yang diperoleh pada Madrasah Diniyah Awaliyah, masa belajar selama selama 2 (dua) tahun dengan jumlah jam belajar 18 jam pelajaran seminggu.
3. Diniyah Ulya
Madrasah Diniyah Ulya, mempunyai ciri-ciri : dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat menengah atas dengan melanjutkan dan mengembangkan pendidikan Madrasah Diniyah Wustho, masa belajar 2 (dua) tahun dengan jumlah jam belajar 18 jam per minggu.” Ujarnya saat di sela-sela proses pemelajaran kami tanyai.

Dalam sejarah, Keberadaaan Madrasah diniyah di awali lahirnya Madrasah Awaliyah telah hadir pada masa Penjajahan Jepang dengan pengembangan secara luas. Majelis tinggi Islam menjadi penggagas sekaligus penggerak utama berdirinya Madrasah-Madrasah Awaliyah yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia mini

pendidik MDA Al Barokah Cibangkong Dusun Cicariu @ Generasi rabbani96. com

mal 7 tahun. Program Madrasah Awaliyah ini lebih ditekankan pada pembinaan keagamaan yang diselenggarakan sore hari.

 

Kepala Desa Kertarahayu Bp. Jajang Iskandar ( 32 Tahun ) menambahkan : “ saya menyayangkan kondisi Madrasah diniyah saat ini, karena terbatas oleh izazah kelas 6 Sekolah Dasar yang juga berbarengan dengan izazah diniyah , sehingga seakan-akan memutus anak-anak diniyah untuk ikut sekolah ketika memasuki jenjang pendidikan SLTP.” Ujar Kepala Desa Kertarahayu Saat kami berbincang-bincang dengan nya.

 

anak didik MDA Al Barokah Cibangkong Dusun Cicariu @ Generasi rabbani96. com

Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah, Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi Permintaan masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam. …bersambung…

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan