Home Industi Pengrajin Tusuk Sate Yang Mulai Diminati

Pengrajin Pembuatan Tusuk Sate

Dewasa ini di kampung Anggalasan Desa Kertarahayu beberapa keluarga sedang ramai menekuni usaha rumahan (home industry) berupa pengolahan bambu menjadi tusuk sate, tercatat di kampung anggalasan saja ada empat keluarga yang menggeluti usaha ini.

Lidi Tusuk Sate Sedang Dalam Proses Penjemuran

Menurut Bapak Haryono 42Tahun, salahsatu pemilik usaha ini “awalnya pengrajin pertama yang ada di kampung Anggalasan adalah Bapak Jeje, lalu di ikuti oleh keluarga-keluarga lain” sambungnya “ usaha pengrajin pengolahan tusuk sate ini sebenarnya bukan suatu usaha yang sangat menjanjikan untuk digeluti, namun karna melihat bahan baku di daerah yang terbilang gampang dicari di tambah tidak adanya lagi jenis usaha lain yang bisa mereka kerjakan maka mereka perlahan menggeluti usaha ini, kendati banyak hambatan yang di temui” senada dengan Bapak Haryono, Bapak Eten sutendar 45 Tahun juga mengatakan “ awalnya dia tidak terlalu yakin melihat untuk usaha ini memerlukan modal yang lumayan besar untuk membeli mesin pencacah bambu setidaknya modal yang diperlukan untuk satu mesin saja tidak kurang dari Rp 10.000.000, namun melihat sumber bahan baku yang melimpah ditambah penjualan yang sudah ada tengkulak yang siap menampung maka perlahan dia mulai terjun menggeluti usaha ini”

Salahsatu Pengrajin sedang memperbaiki mesin pencacah

Saat ini tercatat ada empat keluarga dengan lima mesin pencacah bambu dan satu mesin pemotongan bambu, sehingga dalam seminggu tidak kurang dari 6 kuintal tusuk sate yang bisa dihasilkan. Ditambah kini mulai ada pengrajin lain dari desa tetangga yang juga mengikuti jejak mereka.

Namun sama dengan jenis usaha lainnya ada beberapa hambatan yang kini mulai mereka keluhkan diantaranya; semakin berkurangnya bahan baku yang dekat dengan pemukiman yang mengakibatkan biaya produksi meningkat, ditambah dengan kenaikan tarip dasar listrik sehingga ini dirasa sangat membebani.

bahan baku berupa bambu
Bahan Setengah Jadi

Untuk pemasaran sendiri mereka tidak perlu bingung dikarnakan sudah ada tengkulak yang setiap minggunya mengumpulkan hasil kerajinan mereka, meski tidak jarang pada hari-hari tertentu mereka menjual langsung kepada konsumen, seperti pada hari raya Idul Adha, kebutuhan akan tusuk sate yang tinggi membuat Home Industri ini mulai eksis di tengah keterbatasan.

About ayi 10 Articles

jangan lakukan kesalahan yang sama karna masih banyak kesalahan lain yang harus kita coba

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan