Rempah Penangkal Jin

Desa merupakan lingkup hidup yang di tempati oleh sebagian masyarakat Indonesia. Desa juga identik dengan lingkungannya yang masih alami, sejuk, masyarakat yang ramah tamah, dan tradisi yang masih melekat.

Ketika mendengarar kata “desa” maka orang- orang langsung berfikir bahwa masyarakat desa merupakan masyarakat yang tingkat kepeduliannya, tingkat kekeluargaannya, dan tingkat tradisinya masih sangat tinggi.

Hal itu terbukti dengan adanya adat istiadat dan budaya yang masih melekat. misalnya, di desa kertarahayu yang terdapat di kabupaten tasikmalaya, terdapat budaya yang masih sangat kental yaitu menjadikan salah satu rempah-rempah yang di percayai sebagai salah satu alat yang dapat menangkal jin. Rempah-rempah yang di percaya dapat menangkal jin di antaranya adalah bawang putih dan Bangle, “kalau kata orang sundamah panglay”.

Masyarakat desa kertarahayu terutama yang berada di kampung jayamukti masih sangat menjaga tradisi ini. Menurut kebanyakan masyarakat jayamukti wanita yang sedang haid, hamil, dan nifas harus membawa bawang putih atau bangle kemanapun ia pergi. Karena masyarakat percaya bahwa bawang putih dan Bangle bisa menjauhkan mereka dari gangguan jin. Bahkan anak kecil yang baru lahir sampai ia berumur 2tahun harus di bekali bawang putih atau bangle di bajunya, agar si anak terjauh dari gangguan mahkluk halus (jin).

Sebelum menulis artikel ini saya melakukan observasi kepada seorang nenek yang sudah tua renta untuk menanyakan kebenaran ini. Ternyata dengan sepotan sang nenek menjawab “jangan sepelekan bawang putih dan bangle, karena 2 rempah-rempah ini benar bisa menjauhkan kita dari gangguan jin”. Kemudian nenek juga berkata “anak nenek semuanya gak pernah lepas dari bangle dan bawang putih saat mereka masih bayi sampai berumur 2,5 tahun”. “neng yang masih muda belia, jangan sepelekan bawang putih dan bangle baik saat haid maupun saat hamil kelak. karena ini bisa menjauhka kita dari gangguan jin, karena tidak sedikit jin merasuki wanita-wanita yang haid, hamil, dan nifas. Makanya bawalah salah satu rempah-rempah ini kemanapun kamu pergi”. Ujar sang nenek kepada cucunya.

Di era moderen ini hanya masyarakat desalah yang masih sangat menjaga tradisi ini. Bukan hanya masyarakat melenium saja yang masih mempercayai tradisi bangle dan bawang putih dapat menjauhkan mereka dari gangguan jin, namun di turunkan pula pada generasi melenial. Diantaranya santriyah riyadul ulum, mereka masih sangat menjaga tradisi dari nenek moyang ini. Mereka selalu membawa atau menggosokkan bawang putih ketika akan bepergian saat haid, terutama bepergian waktu malam dan akan melewati tempat-tempat angker.

Desa merupakan daerah yang sangat lekat budayanya, tradisinya, dan bahkan toleransinya. Mudah-mudahan semua ini tetap terjaga dan lestari demi kemakmuran desa dan negara.-kertarahayu (4/11/18)

(4/11/18) Hj. Onok(sang nenek) sedang memberi petuah kepada cucunya

Santriyah riyadul ulum menempelkan bawang putih di kerudung dan bajunya

  • Santriyah riyadul ulum sedang mengoleskan bawang putih karena tidak mau membawanya

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan