GERMAS Dan Penyuluhan ODF Desa Kertarahayu Kawasan Panca Mandala

paparan ODF oleh Petugas kesehatan Doc. Generasi Rabbani96

Kertarahayu – Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).

 

Didesa kertarahayu kemarin tepatnya pada hari Sabtu tanggal 07 dibulan Desember 2019, pemerintahan desa kertarahayu telah menyelenggarakan acara penyuluhan yang merangkul semua elemen dari masyarakat serta mendatangkan  pasilitator dari pihak puskesmas dan kecamatan. Alhasil terselenggaralah acara pembinaan yang bertempat diaula desa mulai pukul 08.00 hingga menjelang adzan Dzuhur.

 

Camat Jatiwaras Drs. E Mawardi yazid memberikan sambutan :

Pada tahap pasca ODF diharapkan akan mencapai tahap yang disebut Sanitasi Total. Sanitasi Total akan dicapai jika semua masyarakat di suatu komunitas, telah:

  1. Semua masyarakat berhenti BAB di sembarang tempat.
  2. Semua masyarakat telah mempunyai dan menggunakan jamban yang sehat dan memeliharanya dengan baik.
  3. Semua masyarakat telah terbiasa mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun setelah BAB, setelah menceboki anak, sebelum makan, sebelum memberi makan bayi, dan sebelum menyiapkan makanan.
  4. Semua masyarakat telah mengelola dan menyimpan air minum dan makanan dengan aman.
  5. Mengelola limbah ruPara pemateri dari pihak puskesmas memberikan pemaparan dengan detail mengenai ODF kepada semua peserta pembinaan. Mereka menuturkan : Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
pasilitator kesehatan puskesmas jatiwaras. Doc. Generasi Rabbani96

 

 

 

 

 

 

Satu komunitas/masyarakat dikatakan telah ODF jika :

  1. Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban.
  2. Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar.
  3. Tidak ada bau tidak sedap akibat pembuangan tinja/kotoran manusia.
  4. Ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju jamban sehat.
  5. Ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban.
  6. Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat.
  7. Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat.
  8. Di sekolah yang terdapat di
    komunitas tersebut, telah tersedia sarana jamban dan tempat cuci tangan (dengan sabun) yang dapat digunakan murid-murid pada jam sekolah.
  9. Analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten menjadi sangat penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme pelaks
  10. anaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan masyarakat ODF dapat tercapai.

Setelah seluruh materi tersampaikan serta dapat dicerna oleh semua peserta acara diakhiri dengan deklarasi yang sekaligus dipimpin oleh Kepala Desa Kertarahayu ( Bp. Jajang Iskandar ) dengan menyatakan bahwa : Kami masyarakat Desa Kertarahayu kecamatan Jatiwaras Kab. Tasikmalaya

  1. Secara sadar telah merubah kebiasaan untuk tidak buang air besar sembarangan tempat.
  2. Selalu siap mempertahankan status stop buang air besar sembarang tempat dan melaksanakan prilaku cuci tangan pakai sabun.
  3. Selalu siap mempertahankan dan meningkatkan kwalitas jamban sehat.
teks Deklarasi masyarakat desa kertarahayu Doc. Generasi Rabbani96

 

 

 

 

SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI DAN MEMBERIKAN JALAN KEMUDAHAN BAGI KAMI SEMUA.

Bersambung…

Facebook Comments
About generasirabbani 46 Articles
ulum mauludin, Cibangkong. Kp. cicariu Desa Kertarahayu

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan